ARTI DAN TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum adalah subsistem dari perkuliahan yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang teori atau agar mahasiswa menguasai keterampilan tertentu yang berkaitan dengan suatu pengetahuan atau suatu mata kuliah.

• Dalam merancang sistem pembelajaran, menyusun kurikulum atau dosen dapat memasukan kegiatan praktikum/latihan/responsi dalam perencanaannya jika ada dukungan kuat bahwa materi mata kuliah hanya dapat dipahami kalau disertai praktikum/responsi/latihan.

• Suatu mata kuliah dapat semata-mata berupa praktikum. Hal ini dapat terjadi karena dua alasan. Pertama, mata kuliah itu merupakan mata kuliah yang selain diperlukan oleh jurusan yang bersangkutan, juga diperlukan oleh jurusan lain (mata kuliah layanan) yang tidak memerlukan praktikum. Kedua, praktikum itu sendiri mempunyai bobot kredit yang cukup banyak sehingga memerlukan penanganan tersendiri walaupun materinya tetap tidak terpisah dari mata kuliah yang menyelenggarakan tatap muka teorinya saja.

• Kata praktikum berasal dari kata practiqu / pratique (Prancis), practicus (Latin), atau praktikos (Yunani) yang secara harfiah berarti “aktif” atau prattein / prassein (Yunani) yang berarti “ mengerjakan”.

• Dalam bahasa Inggris, praktikum bermakna sama dengan excersice (exercice) [Prancis], exercitium / execere [Latin] yang secara harfiah berarti “tetap aktif/sibuk” yang juga bermakna sama dengan “latihan” atau “responsi”.

• Responsi ( responsum / responsio [Latin], jawaban) merupakan istilah untuk kegiatan tanya/jawab yang umumnya dipakai dalam bidang matematika dan statistika untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teori.

• Dalam sistem kredit semester (SKS) yang berlaku di Indonesia, mata kuliah yang disertai kegiatan praktikum mempunyai simbol ABC IJK (X [Y-Z)]).

1. ABC digunakan sebagai kode jurusan yang menawarkan mata kuliah itu.
2. X menyimbolkan tingkat keilmuan, Y dan Z adalah nomer mata kuliah itu di jurusan yang bersangkutan.
3. X merupakan bobot keseluruhan sks untuk teori.
4. Y merupakan bobot sks untuk teori.
5. Z adalah bobot sks untuk praktikum.
Sebagai contoh, Matematika II berkode PAM 231 dan berbobot 3(2-1) satuan kredit semester (sks):
PAM = Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam
2 = tingkatan keilmuan lebih tinggi satu tingkat dari Metematika I (PAM 131) di jurusan itu.
31= nomor mata kuliah di jurusan itu pada tingkatan keilmuan tertentu
3 (2-1) = mata kuliah ini berbobot tiga sks yang terdiri atas dua sks untuk
teori dan satu sks untuk praktikum/responsi/latihan.

• Satu sks praktekum/responsi/latihan memerlukan masing-masing 2--3 jam per minggu per semester untuk pelaksanaan tatap muka, perencanaan dan penilaian laporan praktikum oleh dosen, penyusunan laporan oleh mahasiswa, pengembangan materi oleh dosen, dan belajar mandiri yang dilakukan mahasiswa. Dengan demikian, jika setiap praktikum memerlukan waktu 4 jam, maka per semester hanya diperlukan 8 kali tatap muka. Jika setiap semester pelaksanaan tatap muka praktikum kurang dari 16 jam, mata kuliah tersebut tidak diselenggarakan secara baik dan mahasiswa tidak memenuhi kredit seperti yang seharusnya tertulis dalam kurikulum.
(hERU.w)

sumber:
eng.unri.ac.id

2 comments:

  1. Trimakasih informasinya, Ada yang ingin kami tahu apakah dimungkinkan ada Laboratorium (ruangan tersendiri ) untuk mata pelajaran IPS( sejarah, ekonomi dll)?
    kami tunggu!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.