Menuduh Zina

Qadzaf atau menuduh berzina merupakan suatu kesalahan yang harus dikenai hukuman karena merupakan dosa. Islam mengharamkan qadzar karena melindungi kehormatan manusia, menjaga reputasinya dan memelihara kemuliannya. Dengan demikian orang-orang yang bermaksud melukai perasaan orang lain dan menginjak-injak kehormatan orang lain dapat dicegah.
Islam melarang mensyiarkan berita jelek pada diri orang-orang yang beriman, sehingga dengan demikian kehidupan orang Islam dapat bersih dari noda kejelakan.
Tuduhan berzina akan membawa akibat buruk dalam kehidupan manusia, karena dengan tuduhan berzina selain akan menghilangkan kehormatan, dan nama baik orang yang dituduh berzina itu bisa dikucilkan dalam masyarakat atau lingkungannya.
Islam mengajarkan agar manusia selalu berbuat baik dan tidak membuat kerusakan. Karena orang yang menuduh berzina yang tidak dapat memberikan kesaksian maka dia juga akan disebut sebagai orang yang tidak dapat dipercaya dan orang yang membuat kerusakan.

Jadi Qadzaf merupakan perbuatan yang diharamkan, karena membawa dampak buruk pada kehidupan manusia. Bukan orang yang dituduh saja yang akan hancur, akan tetapi yang menuduhkan bisa hancur kalau dia tidak bisa menunjukkan kebenaran tuduhan itu atau mempunyai maksud buruk untuk melawan hukum. Dan orang orang yang menuduh itu akan diberi hukuman dera delapan puluh kali tuduhannya itu terbukti tidak benar.
Dasar hukum yanmg menerangkan larangan Qadzaf :

Al-Qur'an
Surat An-Nur ayat 4 :
وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An-Nur: 4)

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”. (QS. An-Nur: 23)

Surat An-Nur ayat 19

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nur: 19)

Hadist

عَنْ ابى هُرَيْرَةَ عَن النَّبِييَ ص.م قالَ: اِجْتَنِيْبُوْا السَّبْعَ المُوْ بقات قالوا يَارَسُوْلُ اللهِ وَما مُنَّ؟ قالَ: الشيرك بِااللهِ وَسِّحْرُ وقَتْلُ التقس التى حَرَّمَ ال لهُ إلأَ بِالحَقَّ وَاكلُ مال اليَتِيْمُ وَالتَوَلىّ يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَدْنُ المْمُحْصَنَتِ المُؤْمِنَابِ الغافِلاتِ (رواه البخاري)

“Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW. Beliau bersabda: “Jauhilah tujuh macam perbuatan yang merusak. Para sahabat bertanya: Wahai Rosulullah apakah yang tujuh perkara itu? Nabi menjawab: menyekutukan Allah, sihir, membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari pada waktu pertempuran, menuduh wanita baik-baik, beriman dengan lenah (berbuat zina)”
(Heru)

No comments:

Powered by Blogger.