Pemikiran para tokoh tentang pendidikan Islam


1.PEMIKIRAN IMAM AL – GHOZALI

Al-Ghozali termasuk ke dalam kelompok Sufistik yang banyak menaruh perhatian yang besar terhadap pendidikan, karena pendidikanlah yang banyak menentukan corak kehidupan suatu bangsa dan pemikirannya.
Adapun corak pendidikan yang dikembangkannya tampak di pengaruhi oleh pandangannnya tentang tasawuf den fiqih. konsep pendidikan yang dikemukakannya nampak selain Sistematis dan Komprehensif juga secara
Konsisten sejalan dengan sikap dan kepribadiannya sebagai seorang sufi. Misalnya, tentang ciri-ciri seorang pendidik yang boleh melaksanakan pendidikan adalah :
- Guru harus mencintai muridnya seperti mencintai pada anak kandungnya sendiri.
- Guru jangan mengharapkan upah sebagai tujuan utama dan pekerjaannya sebagai pengajar ,karena mengajar adalah tugas yang di wariskan oleh Nabi Muhammad S.A.W.
- Guru harus mengingatkan muridnya ,bahwa tujuannya dalam menuntut ilmu adalah untuk mendekatkan diri kepada allah. SWT.
- Guru harus menanamkan keimanan kepada muridnya.


PEMIKIRAN IBN KHALDUN

Sebuah ciri khas yang melatar belakangi kehidupan Ibn Khaldun adalah ia berasal dari keluarga Politis, Intelektual, dan Aristokrat.
Menurut Ibn Khaldun, Manusia memiliki perbedaan dengan makhluq lainnya,manusia adalah makhluq berfikir.oleh karena itu mampu melahirkan ilmu (pengetahuan) dan teknologi. dan lewat kemampuan berfikirnya itu manusia tidak hanya membuat kehidupannya tetapi juga menaruh perhatian terhadap berbagai cara guna memperoleh makna hidup sehingga melahirkan sebuah peradaban.
Selain itu Ibn Khaldun berpendapat bahwa Al Qur'an adalah Ilmu yang pertama kali harus diajarkan kepada anak, karena mengajarkan Al Qur'an kepada anak adalah terrmasuk Syari'at islam yang di pegang teguh oleh para ahli agama dan di junjung tinggi oleh setiap Negara islam.


PEMIKIRAN IKHWAN AL-SAFA

Ikhwan Al–Safa adalah Perkumpulan para mujtahidin dalam bidang filsafat yang banyak memfokuskan perhatiannya pada bidang dakwah dan pendidikan.
Menurut Ikhwan al Safa bahwa perumpamaan orang yang belum di didik dengan ilmu Aqidah, ibarat kertas yang masih putih bersih, belum ternoda apapun juga, apabila kertas ini di tulis sesuatu, maka kertas tersebut telah memiliki bekas yang tidak akan mudah dihilangkan .
Sedangkan pendapatnya tentang seorang Guru, Ustadz, Mu'addib, agar memiliki syarat-syarat yang sesuai dengan sikap dan pandangan politik Ikhwan al Safa dalam tujuan penyiaran dakwahnya.misalnya : cerdas, baik akhlaqnya, lurus tabiatnya, bersih hatinya, menyukai ilmu, bertugas mencari kebenaran, dan tidak bersifat fanatisme terhadap sesuatu aliran.
Disini nampak bahwa pandangan Ikhwan al Safa mengenai pendidikan sangat dipengaruhi oleh pandangan kelompoknya dan terkesan Ekslusif dan Berorierntasi pada pemenuhan kebutuhan proyeksi kehidupan di dunia.


PEMIKIRAN ZAINUDDUN LABAY

Zainuddin Labay dapat di sebut seorang yang menjadi “Orang” dengan tenaga sendiri . ia tidak pernah memperoleh pendidikan yang sistematis, Labay lebih banyak tertarik pada kehidupan dan kegiatan kebangsaan, seperti Mustafa Kamil di, Mesir
Labay termasuk seorang yang mula-mula memperkenalkan sistem sekolah yang baru. ia mempergunakan sistem berkelas dengan kurikulum yang lebih teratur, yang juga mencakup pengetahuan umum. Labay juga berjasa dalam mengembangkan Bahasa Arab baik sebagai bahasa pengantar maupun bahasa yang di gunakan dalam kegiatan sehari-hari.


PEMIKIRAN SYEIKH AHMAD SUKARTI

Setelah menjadi Ulama Besar, Ahmad Sukarti memulai karirnya dengan menjadi guru di Masjidil Haram .namun tugasnya sebagai guru di Makkah ini tidak terlalu lama lalu ia kemudian pergi ke Indonesia. Kedatangannya ke Indonesia ini ada kaitanya dengan perjalanan ibadah Haji dan saat itu ibadah Haji berfungsi Ganda yaitu selain menunaikan rukun islam juga sebagai media penyaluran ide-ide pembaruan dari Timur tengah.
Selain sebagai seorang pendidik, ulama, dan tokoh perubahan islam Ahmad Sukarti juga di kenal sebagai seorang Penulis Produktif, karya tulisnya dapat di jadikan sebagai media untuk mensosialisasikan gagasan atau ide-ide pembaruan islam dalam pendidikan islam .
Adapun salah satu karyanya sebagai berikut :
- Kedekatan seseorang terhadap Nabi Muhammad S.A.W. bukan didasarkan atas keturunan,namun di dasarkan atas ketekunan dan kesungguhan dalam mengikuti jejak dan dakwahnya .
- Keutamaan kaum muslimin di dasarkan atas kualitas dalam berilmu dan beragama bukan berdasarkan atas darah dan keturunan .
- Kritik terhadap kebodohan dan penyimpangan ajaran agama yang benar.


PEMIKIRAN KH.AHMAD DAHLAN

Pandangan Ahmad Dahlan dalam bidang pendidik dapat dilihat pada kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah.
1.Membawa pembaharuan dalam bidang pembentukan lembaga pendidikan, yang semula sistem Pesantren menjadi sistem Sekolah.
2.Memasukkan pelajaran umum kepada sekolah-sekolah agama atau madrosah.
3.Merubah metode Sorogan menjadi metode yang Bervariasi.
4.Mengajarkan sikap hidup yang terbuka dan toleran.


Semoga bermanfa'at

1 comment:

  1. canada dating [url=http://loveepicentre.com/]dating in ohio[/url] headline news speed dating for rich men http://loveepicentre.com/ dating in philly

    ReplyDelete

Powered by Blogger.