Pengembangan Profesional Guru


Pendidikan mempunyai peran yang orgen untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa dan juga menjadi tolak ukur kemajuan yang menjadi cermin kepribadian masyarakat. Secara fisik pendidikan adalah ujung tombak pembangunan nasional, bahkan dapat dikatakan bahwa maju mundurnya suatu bangsa dapat dilihat bagaimana kemajuan pendidikannya baik dari segi sarana maupun mutunya. Karena pendidikan adalah aktifitas yang sengaja dilakukan untuk mengembangkan individu secara penuh, karena itulah masalah pendidikan adalah masalah yang komplek selalu berubah karena yang menjadi subjek dan objek pendidikan adalah semua manusia. Untuk itu setiap warga negara indonesia mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Sebagaimana yang di jelaskan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003 bab II pasal 3 yaitu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (2003:7).

Untuk mencapai tujuan diatas, dalam meningkatkan mutu pendidikan di suatu sekolah terletak pada pendidik (guru). Guru sebagai tenaga profesional di bidang kependidikan, disamping memahami hal-hal yang filosofis dan konseptual, harus juga mengetahui dan melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis.
Hal-hal yang bersifat teknis ini terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi belajar mengajar. Oleh karenanya guru harus mempunyai kecakapan yang esensial disamping mempunyai kemampuan-kemampuan dasar sehubungan dengan tugasnya sebagai seorang pendidik. Dalam hal ini dapat di jelaskan :
Kecakapan keguruan merupakan kecakapan komunikasi personal, bersifat psikologis, seluruh kiat kependidikannya merupakan transaksi nilai-nilai hidup, dan guru harus mempertimbangkan terus menerus sesuai sosial budaya yang berubah dan berkembang yang menjadi ajang kependidikannya.(samana,1994:19).

Dengan begitu seorang guru yang mempunyai kecakapan atau kompetensi diharapkan untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik sehingga dapat di realisasikan dalam kehidupannya. Sebagaimana firman Allah surat Ali Imron ayat 104 sebagai berikut :

Artinya : ” Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegagh dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imron:104)(Haromain , 1990:93)

Dari uraian diatas dapat diambil suatu pengertian bahwa pendidikan merupakan sarana mutlak dalam pemenuhan kebutuhan yang selalu berkembang secara terus menerus sehingga perbaikan kualitas dalam pendidikan perlu dilaksanakan guna mencapai kepentingan dalam mengantisipasi kemungkinan pendidikan yang akan datang. Dengan demikian mutu pendidikan yang berkaitan dengan proses pendidikan itu sendiri, khususnya proses belajar mengajar sebagai kegiatan yang tak terpisahkan dari proses pendidikan sehingga memiliki beberapa aspek yaitu pendidikan, strategi belajar mengajar, tujuan pendidikan, sarana dan prasarana, lingkungan bergaul dan lingkungan masyarakat.
Adapaun inti dari proses pendidikan secara formal adalah mengajar yang dilakukan oleh guru dan belajar yang dilakukan oleh siswa, sehingga dalam istilah pendidikan kita kenal proses belajar mengajar.

” Mengenai proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan”.(Sudjana, 2001:1)

Dari pengertian diatas dapat diambil suatu pengertian bahwa guru mempunyai andil besar dalam menghantarkan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, yang berarti guru mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pendidikan. Dimana seorang guru tentunay menginginkan pelajaran yang disampaikan itu dapat di terima oleh siswa. Dalam hal ini seorang guru untuk merangsang dan meningkatkan belajar siswa yang efektif, sehingga dapat diperoleh hasil yang baik.

Dalam melaksanakan tugas seahari-hari guru selalu di hadapkan dalam masalah-masalah pendidikan yang amat komplek, dimana seorang guru di tuntut unutk menyelesaikannya dengan tepat. Oleh karena itu guru memerlukan kemampuan khusus untuk mengambil tindakan yang tepat dalam melaksanakan pendidikan. Sehingga guru yang kompeten terhadap tugasnya (pengajar) akan lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Sedangkan guru yang kurang kompeten terhadap tugasnya akan memperkecil hasil yang diperoleh siswa (belajar yang efektif).

Djamarah menjelaskan :” bila guru berhasil mengaktifkan dan mengairahkan siswa dalam belajar, maka guru berhasil memotivasi siswa, yang pada gilirannya akan mempengaruhi prestasi siswa”.(1994:31). Dengan demikian kompetensi profesional guru mempunyai pengaruh kuat dalam menimbulkan motivasi dalam diri siswa.

Profesional dalam kamus ilmiah populer di artikan sebagai ” profesi atau keahlian ” (Partanto, 1994 :697).
Sedangkan menurut Sudjana, mengatakan bahwa:
kata ”profesional” berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter, hakim dan sebagainya. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Usman, 2001:14).

Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memilikin keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaansebagain guru.Orang yang pandai berbicara dalam bidang tertentu belum dapat disebut guru.untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang profesioanal yang harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau prajabatan.
Guru berarti ”Orang yang pekerjaanya (mata pencaharianya) profesinya mengajar” (Poerwadarminto, 1999:335).

Sedangkan guru menurut Rosyadi, secara umum guru harus memenuhi dua kategori, yaitu memiliki capability dan loyality, yakni guru harus itu harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkannya,memiliki kemampuan teoritik tentang mengajar yang baik, dan memiliki loyalitas keguruan yakni loyal terhadap tugas-tugas keguruan yang tidak semata didalam kelas, tapi sebelum dan sesudah dikelas (2004:112).

Berdasarkan pengertian diatas dapat dipahami bahwa profesional guru adalah keahlian dan kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam bidang tertentu sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal.
Jadi yang dimaksud pengembangan kompetensi profesional guru adalah suatu kemampuan , keahlian yang dimiliki oleh seorang dalam bidang tertentu sehingga ia bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal dan bertanggunag jawab.

No comments:

Powered by Blogger.