Perlindungan Anak Jalanan

Untuk melindungi warga negara sudah diatur dalam Bab X dari pasal 26 sampai dengan pasal 28 UUD 1945 yang sudah di amandemen menjelaskan bahwa:

Bunyi pasal 26 ayat (1) sebagai berikut: Yang menjadi warganegara ialah orang–orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

Pendidikan diusia anak-anak merupakan kegiatan yang diharapkan oleh semua orang tua, bangsa maupun negara akan tetapi bagaimana dengan pendidikan terhadap anak jalanan yang tidak mengenal pendidikan, kegiatan yang digeluti sehari-hari sangat mempriatinkan, Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 menjelaskan sebagai berikut:
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.

Anak jalanan adalah bagian dari warga bangsa untuk itu perlu perlindungan, karena keberadaan anak-anak tersebut bukan dari kemauannya akan tetapi disebabkan oleh kondisi yang disebabkan kehidupan ekonomi orang tuanya yang tidak cukup untuk kehidupan keluarganya, sebagai jaminan kelangsungan hidupnya negara harus membantu mengentaskan kemiskinan sesuai pada bunyi pasal 34 menjelaskan sebagai berikut:

”Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara “

Seperti yang diungkapkan dalam Convention on the right of the child (Perlindungan hukum terhadap anak dalam konvensi hak-hak anak tahun 1989)
“States parties undertakes to ensure the child such protection and care as is necessary hor his orang her well being, taking into account the rights and ducties of his orang her parents, legal guardians, orang other individuals legally responsible for him orang her, and, to this end, shall take all appropriate legislative and, administrative measures.

2 comments:

  1. Akh itu HOAX ,, nyatanya anak yg gelandangan juga masih banyak Gan :(

    ReplyDelete
  2. Di Indo ,, banyak pengemis Gan.
    Banyak berkeliaran di gang-gang.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.