Jika Anda sedang membangun sebuah website tentu perlu hosting untuk menaruh file-file website Anda tersebut. Untuk memiliki hosting Anda bisa membangun web hosting sendiri atau menyewa jasa web hosting yang banyak tersedia saat ini baik dari dalam maupun luar negeri.
Kebanyakan penyedia hosting dalam negeri merupakan reseller dari hosting luar negeri. Artinya mereka tidak mempunyai server sendiri melainkan sewa server luar negeri. Diantara web hosting dalam negeri antara lain: singcat, idwebhost, jagoanhosting, dan qwords. Selain menyediakan paket server US biasanya mereka juga menyediakan paket hosting lokal server IIX.

Pilih Server US atau IIX
Jika target pengunjung website Anda adalah dari dalam dan luar negeri maka ambillah paket server US, tapi jika target pengunjung mayoritas dari dalam negeri maka lebih baik ambil paket IIX. Tapi perlu diketahui, server IIX hanya menyediakan jatah bandwith internasional sekian persen (lupa persisnya tapi yg jelas sangat kecil) sehingga jika ada pengunjung dari luar negeri mereka akan kesulitan mengakses situs kita. Lho, khan targetnya lokal? Situs Anda tentunya harus dibanjiri pengunjung bukan? Sebagian pengunjung datang berasal dari mesin pencari seperti google. Pada waktu tertentu Google akan datang ke situs kita untuk men’save’ halaman-halaman situs kita kemudian disimpan di dalam database google. Data inilah yang nantinya akan dipakai Google untuk menentukan hasil pencarian.
Masalahnya Google datang dari luar negeri, jika kita menggunakan server IIX biasanya Google akan kesulitan mengakses situs kita sehingga situs kita akan sangat sulit diindex oleh Google. Beberapa penyedia layanan hosting lokal menawarkan solusi dengan memberikan paket hosting server Indosat Data Center. Dimana server Indosat ini ramah untuk pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Membeli hosting luar negeri
Berikut beberapa hosting luar negeri yang direkomendasikan:
Servage, Lunarpages, Hostgator, Media Temple, ANhosting, IXwebhosting, Hostmonster, Bluehost, dan Dreamhosting.
mana yang terbaik? mungkin google bisa membantu, ketikkan saja keyword “namahosting sucks” dengan tanda petik. Contoh “dreamhosting sucks” lihat berapa banyak jumlah hasil pencarian. Semakin banyak tentu semakin tidak diperhitungkan. walaupun sebenarnya ini tidak bisa digunakan sebagai acuan, ini hanya salah satu parameter pembantu saja. Lebih baik Anda telusuri track record mereka dan jangan mudah harga murah.

Sumber : http://bikin.blogdetik.com