Beberapa Pemikiran Aristoteles



Pemikiran Aristoteles Tentang:

Logika
Penemuan Aristoteles yang terbesar dalam bidang logika adalah silogisme (syllogismos). Silogisme maksudnya uraian berkunci, yaitu menarik kesimpulan dari kenyataan yang umum atas hal yang khusus.
Menurut Aristoteles, pengatahuan baru dapat dihasilkan melalui dua cara: pertama induksi, yaitu dengan bertolak dari kasus-kasus khusus, menghasilkan pengatahuan tentang yang umum. Kedua deduksi. Deduksi bertolak dari dua yang tidak disangsikan dan atas dasar itumenyimpulkan kebenaran yang ketiga. Cara deduksi inilah yang disebut silogisme.
Induksi tergantung pada pengatahuan indrawi, sedangkan deduksi atau silogisme sama sekali lepas dari pengatahuan indrawi. Itulah sebabnya Aristoteles menganggap deduksi sebagai cara sempurna menuju pengatahuan baru.

Alam
Kosmos terdiri dari dua wilayah yang sifatnya berbeda. Wilayah sublunar (di bawah bulan, maksudnya bumi) dan wilayah yang meliputi bulan, planet dan bintang. Ia juga beranggapan bahwa jagat raya terbatas, berbentuk bola dan jagat raya tidak mempunyai permulaan dalam waktu dan tidak mempunyai akhir, kekal.
Bumi dan isinya terdiri dari empat unsur: api, udara, tanah dan air. Sedangkan selain bumi hanya terdiri dari satu unsur, yaitu aether.
Penggerak pertama adalah yang tidak digerakkan.

Etika
Eodaemonie (kebahagiaan) adalah merupakan tujuan tertinggi dalam kehidupan manusia. Unsur terpenting dalam kebahagiaan manusia ialah ketika ia menjalankan aktifitas yang spesifik baginya, yaitu pikiran. Bagi manusia, kebahagiaan ialah memandang kebenaran (theoria; kontemplasi).
Yang menjadi ukuran ialah gunanya yang peraktis. Tujuan berpikir atau memandang kebenaran bukan sekedar mengatahui, melainkan berbuat. Bukan untuk mengatahui apa budi itu, melainkan supaya menjadi orang yang berbudi.

Politik
Ada tiga bentuk Negara:
Monarki, lawannya Tirani
Aristokrasi, lawannya Oligarki
Politeia, lawannya Demokrasi

Metafisika
Metafisika berpusat pada persoalan “barang” dan “bentuk”. Bentuk dikemukakan sebagai pengganti pengertian Dunia Idea Plato yang ditolaknya. Berbeda dengan Plato yang memisahkan Idea dan kenyataan lahir, Aristoteles beranggapan bahwa bentuk ikut serta memberikan kenyataan kepada benda. Benda dan bentuk tak dapat dipisahkan. Barang ialah materi yang tidak mempunyai bangun, substansi belaka. Bentuk ialah bangunnya.

Psikologi
Jiwa dan benda adalah dua aspek yang menyangkut satu substansi saja. Dua aspek ini mempunyai hubungan satu sama lain sebagai hubungan satu sama lain sebagai materi dan bentuk. Sebagaimana semua makhluk fisis terdiri dari materi dan bentuk, demikian pula makhluk fisis yang mempunyai psyche (makhluk yang hidup) terdiri dari materi dan bentuk. Benda adalah materi dan jiwa adalah bentuknya.
(Heru)

No comments:

Powered by Blogger.