Marhaban Yaa Ramadan Mubarak

Beberapa hari lagi (2 mingguan) kita sebagai umat islam akan menyambut bulan yang penuh berkah, rahmat, dan pengampunan dari sang kholik. Sudah sepatutnyalah kita menyambut bulan tersebut penuh suka cita, berusaha romadhan yang sekarang harus lebih baik lagi dari yang kemarin. Di kota maupun didesa, biasanya anak-anak mulai mempersiapkan menyambut ramadhan dengan mercon2 tradisional dari bambu, maupun yang modern (biasanya dijual dipasaran) yang akana menambah suasan ramadhan lebih "wah" (menurut mereka sih) Namun cara menyambut ramadhan ala meraka ini telah dilarang oleh pemerintah karena disamping menggangu kekhusukan beribadah juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, yang lebih parah lkagi dikhawatirkan ditunggangi oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab, mengatasnamakan islam.

Berbicara mercon tradisional, aku sedikit mau numpang curhat di blog ini (lho, kok numpang sih, inikan blogku sendiri. he..he..). Yah sambil mengingat masa kecilku dulu, bolehkan? Dahulu, sektar tahun 90an, kalo gak salah inget aku masih duduk di bangku SD-SMP di kota manis, bumi marunting batu aji, Pangkalan Bun, kalimantan tengah. Sebuah kota yang terletak di tepi sungai Arut yang merupakan salah satu sungai terpanjang di kotawaringin barat. Kalau anak-anak di pulau jawa biasanya membuat mrecon tradisional menggunakan bambu, kalau kami dahulu membuatnya menggunakan kaleng bekas minuman bersoda, seperti s*e*p*r*i*t*e, c*o*c*a, dan sejenisnya (maklumlah di tempat kami gak ada bambu yang besar2 seperti di pulau jawa), yang disambung sambung-sambung dengat terlebih dahulu penutup atas dan bawahnya dilubangi sehingga membentuk seperti gorong-gorong, terkecuali untuk bagian pangkal, bawahnya tidak perlu dibuat demikian. sampai panjangnya 1 meteran, ada yang bilang semakin panjang semakin bagus. Kemudian di pangkal nya sedikit dilubangi dan diberi sumbu serta minyak tanah. Selanjutnya di di bakar, ditiup-tiup sampai mendapat kan pengasapan, dan tak lama kemudianterdengarlah suara BOOM!!!!, horeeee!!!

Ah, alangkah senangnya bila teringat waktu itu, sebenernya permainan itu merupakan salah satu permainan tradisional yang harus dijaga dan dilestarikan, namun semakin berkembangnya modernisasi, akhirnya permainan tsb berubah, beralih menjadi mercon yang beredar gelap di pasaran seperti saat ini. Tapi yang terpenting, bagaimanapun cara kita menyambut ramadhan kembali pada individu masing-masing. mudah-madahan di ramadhan yang akan segera tiba ini, kta semua mendapat ridho dari ALLOH, SWT. semoga. Amin.

Lewat postingan yang singkat, dan sedikit curhat saya atas nama pribadi mengucapkan, "SELAMAT MENYAMBUT DAN MELAKSANAKAN IBADAH PUASA 1431 H"
(image by: http://www.nyem.or.id)

No comments:

Powered by Blogger.