Dampak JFC: Taman Kota Rusak


Kerusakan terjadi di taman kota atau jalur hijau saat pelaksanaan Jember Fashion Carnaval X, Minggu (24/7/2011) kemarin. Komisi D DPRD Jember akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya untuk meminta penjelasan.

Penjelasan terjadinya kerusakan ini dilontarkan secara terpisah oleh Kepala Komisi D Ayub Junaidi dan Kepala Dinas Pekerjaan umum Cipta Karya Merwin Lusiani, Senin (25/7/2011).

"Ekses acara kemarin antara lain kemacetan dan beberapa kerusakan areal taman kota atau jalur hijau. Saya mohon agar fasilitas umum yang dibangun dengan uang rakyat ini diselamatkan," kata Ayub. Kerusakan terjadi karena banyak penonton yang berebut melihat JFC dari dekat, sehingga menginjak-injak taman.

Ayub mengetahui dari siaran televisi, bagaimana ada pagar yang patah. "Jadi tolong JFC ini jangan dilihat gebyarnya saja. Kami akan memanggil Cipta Karya segera," katanya. Komisi D berharap penyelenggaraan acara apapun hendaknya tak sampai berdampak negatif terhadap fasilitas umum.

Sahroni dari Fraksi Keadilan Sejahtera meminta agar penyelenggara bertanggungjawab jika ada kerusakan. Namun ia sendiri belum menemui kerusakan parah dalam acara tersebut.

Merwin Lusiani mengamini pernyataan Sahroni. "Kerusakan tidak terlalu parah, karena Cipta Karya mengerahkan 72 orang untuk pengamanan taman pada JFC kemarin," katanya.

Sahroni meminta agar ada perbaikan dalam penyelenggaraan JFC tahun depan. "Rekayasa lalu lintas oleh Satlantas tampak mendadak. Sosialisasi mepet. Kami berharap jauh-jauh sebelumnya," katanya.

Namun Sahroni gembira, JFC kali ini masih disambut antusias oleh publik. "Semua hotel penuh," katanya.[beritajatim]

No comments:

Powered by Blogger.