Exit Strategy Dana APBD

Korupsi itu urusan kita semua. Juga HIV perlu didorong agar menjadi urusan setiap orang.

Spektrum korupsi juga luas sekali. Pengunaan dana yang tidak sesuai dengan alokasi juga merupakan korupsi. Dari hal yang sederhana saja, misalnya absensi pertemuan, seringkali yang tidak datang pun nanti bisa tanda tangan menyusul dan mendapat uang pertemuan. Mungkin GFATM akhirnya menghentikan aliran dana hibah, karena banyak pihak juga menanyakan efektivitas strategi penghimpunan dana tersentralisir, ketika sebagaian dana terkikis dipakai untuk menggaji pejabat-pejabat GFATM, hanya sebagian kecil yang sesungguhnya mengalir ke masyarakat yang membutuhkan. Jadi buat apa negara negara kaya mendonasikan dana bantuan via GFATM.

Untuk koreksi , dalam menghadapi ancaman wabah Avian Influenza dan emerging infectious diseases, Pemerintah tidak pernah menggunakan pijakan UU Wabah. Kalau ada alokasi APBN, merupakan hasil komunikasi dan advokasi yang sangat intensif. Selain juga adanya dana hibah dalam menghadapi wabah ini mengalir cukup besar. Bahkan, untuk penyiapan sumber daya manusia nya, termasuk upaya revitalisasi program pendidikan Field Epidemiology Training Program di UI dan UGM.

Kembali ke masalah kegagalan penekanan tingkat penularan HIV di Indonesia, apakah selama ini sudah ada strategi dan program komunikasi pengubahan perilaku yang disusun dan dilaksanakan secara terstruktur dan meluas?

No comments:

Powered by Blogger.