GFATM Krisis Dana

Harapan kita semua tanpa terkecuali, dan kita perlu bersyukur bhw Pemerintah, termasuk Pemda, semakin peduli thdp masalah HIV-AIDS. Namun tidak ada salahnya kita bersikap realistis mengantisipasi krisis dana, bukan? Maka sdh selayaknya kita jajaki semua celah di depan mata guna mendapatkan dana penanggulangan HIV-AIDS yg dibutuhkan utk mewujudkan harapan itu, tanpa melupakan bhw tujuan akhir dr upaya penanggulangan kita adalah Zero New Infection.

Ketika dana msh berkecukupan, kita mampu melakukan upaya pecegahan yg layak. Sayangnya, Edukasi Masyarakat Umum yg merupakan kunci dr berbagai masalah, terutama stigma, tidak mendapat tempat yg seharusnya dlm upaya pencegahan itu. Akibatnya, muncullah kasus2 infeksi baru, terutama di kalangan wanita, dan penularan melalui hubungan hetero yg tidak aman skg ini merupakan porsi terbesar di antara kasus2 infeksi baru.

Hal ini sebetulnya tidak mengherankan mengingat bhw masyarakat Indonesia yg tahu status HIVnya baru sekitar 500.000 org. Ketika dana penanggulangan berkurang, maka yg perlu diprioritaskan adalah teman2 ODHA yg membutuhkan ARV. Artinya, pencegahan di kalangan Masyarakat Umum tidak bisa optimal, yg artinya juga akan semakin banyak kasus infeksi baru di kalangan wanita, shg Zero New Infection akan semakin jauh. Maka kita harus pandai2 mencermati semua celah yg ada guna mendapatkan dana penanggulangan yg cukup, dgn harapan bhw dana itu bisa menutupi kebutuhan ARV yg semakin meningkat + upaya pencegahan Masyarakat Umum.

So let's think thoroughly, jgn a priori menyatakan jalan yg ini atau yg itu tdk perlu dipikirkan lagi sblm kita jajaki lbh lanjut. Yuk, kita gunakan akal kita? ... Pasti kita mampu melakukan terobosan2 baru. Alita

No comments:

Powered by Blogger.