Korupsi Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Korupsi bisa saja dilakukan oleh siapa saja. Bisa oknum Kementrian Kesehatan, oknum KPAN/KPAD, LSM, serta pihak-pihal lain yang mendapat dana publik untuk penanggulangan HIV di Indonesia.

Dari sekedar berbohong, membuat absen palsu agar terima uang, tetapi tidak hadir di pertemuan tersebut, sampai pengadaaan barang (obat, kondom, jarum, dll).

Melihat hasil Survei Terpadu Biologis Kesehatan 2011 mengindikasikan turun drastis cakupan program, termasuk menerima kondom gratis, padahal saat bersamaan sudah ada dana yang cukup besar dialokasikan untuk itu.

Tidak heran tidak ada kemajuan yang berarti dalam penanggulangan berarti, bahkan arahnya semakain mundur. Ada apa gerangan?

Mungkin kita belum mampu membenahi KKN yg sistemik di negeri tercinta ini, tapi paling tidak kita perlu berusaha membenahi penyelewengan2 yg ada di dlm scope aktivitas penanggulangan kita, kan? Lagipula sudah ada LPSK yg bisa melindungi kita jika takut dipecat oleh lembaga ybs.

Semoga tidak terjadi lagi Korupsi, Kolusi dan Nepotiesme khususnya dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Bila Anda menemukan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia segera laporkan ke Kepolisian, Kejaksaan dan KPK di www.kpk.go.id

No comments:

Powered by Blogger.