Menghargai Keberagaman Seksualitas

Moral seksualitas di Indonesia sekarang ini, seperti UU Pornografi, kriminalisasi prostitusi dalam Perda, stigma dan diskriminasi pada kelompok homoseksual merupakan warisan penjajahan Belanda saat Ratu Wilhelmina (1890-1948) berkuasa. Ini juga dipengaruhi Ratu Alexandria Victoria dari Inggris (1837-1900).

Dua kekuasaan itu menanamkan moral seksualitas Eropa disemua negeri jajahan, termasuk kawasan Asia (India, Pakistan,Singapura,Malaysia,Hongkong), Australia dan Selandia baru.

Padahal orang Asia khususnya Indonesia menilai bahwa seksualitas bagian spritualitas manusia. Keberagaman seksualitas ditunjung tinggi dalam kebudayaan di Asia maupun Indonesia. Bukti itu dapat dilihat pada relief candi Suku, Candi Ceto, Museum Gajah Jakarta yang menggambarkan hubungan "sex bebas". (Sumber: Onghokham,Prisma,Juli 1991)

No comments:

Powered by Blogger.