Usul Mempidanakan Pelanggan Pekerja Seks

Pidana yang sedang kita pikirkan bukan tentunya bukanlah berupa hukuman fisik. Akan tetapi lebih tepatnya adalah "denda" , akan tetapi kita juga harus memkirkan agar tidak terjadi suap-menyuap seperti pada masalah tilang terkait pelanggaran peraturan lalulintas, misalnya. ^_^

Sambil kita bahas tindakan pelanggan PS spt apa yg patut dipidanakan, coba kita cari tahu para WPS itu biasanya ditangkap atas dasar apa?

Kalau kita mengkriminalkan pelanggan, artinya kita mengkriminalkan PS juga, karena
pada dasaranya prosesnya dilakukan bersama, berbeda dg kekerasan rumah tanggan, pelcehan dll. Jika ini dilakukan, dalam kontek hukumnya adalah perdagangan manusia, berarti selain pelaku juga ada orang-orang yang mendukung bisa dikriminalkan juga, bila dilakolisasi ada germo, tokoh masyarakat lokalisasi dan juga pedagang, tukang ojek, tukang cuci karena mengetahui tapi tidak melaporkan kepada pihak berwenang, dan tentunya situasi ini bisa dimanfaatkan oleh oknum polisi.
Ingat hukum kita belum bersifat adil dan sering dimanfaatkan oleh pelaksana hukum.
Mari kita pikirkan opsi2 pelanggaran oleh pelanggan PS yg patut kena sanksi:
  • Apakah atas dasar tindakan melakukan transaksi seksual itu sendiri? Artinya semua pelanggan yg berada di lokalisasi itu bisa dikenakan sanksi.
  • Apakah atas dasar tidak menggunakan kondom?
  • Apakah atas dasar melakukan kekerasan pada WPS?
  • Atau yang lainnya? ....
Rasanya pemberdayaan PS sudah diupayakan akan tetapi hasilnya memang belum seperti yg diharapkan. Jika saja penyadaran para remaja, kembali pada masalah pendidikan seks yg blm diterapkan dgn baik di sekolah2, walaupun Pemerintah sudah lama mengadvokasi soal ini?

No comments:

Powered by Blogger.